jaff-filmfest.com
, 06 Juli 2008
jaff-filmfest.com

English

Bhs.Indonesia

Cari
Berita
Diaspora, kata yang masih cukup asing di telinga, menjadi tema besar dalam 2nd Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2007. Berangkat dari pemikiran tentang persebaran budaya yang dilakukan oleh etnis Cina melalui migrasi yang mereka lakukan, JAFF meng ...

Banner


Selamat Datang di Situs Kami


Tentang JAFF


Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) berangkat dari gagasan sederhana: pentingnya menciptakan lebih banyak film event berskala internasional di Indonesia. Kota Yogyakarta (lazim disebut “Jogja”) dipilih mengingat karakteristiknya yang khas, yakni ada begitu banyak komunitas pembuat film independen, kelompok menonton dan kine klub yang aktif, serta tempat-tempat alternatif untuk pemutaran dan diskusi film. Di samping itu, Jogja dipilih NETPAC sebagai kota pertama di Asia bagi upaya perintisan festival film Asia di masa depan yang mengusung tema tertentu.

JAFF memberikan ruang seluas-luasnya bagi para pembuat film generasi baru dari Asia untuk menunjukkan karya terbaiknya. Tujuan ini kongruen dengan misi yang diemban NETPAC (The Network for the Promotion of Asian Cinema) yang mempromosikan film Asia di pelbagai festival dan forum internasional serta menciptakan landasan bagi film terbaik Asia. Satu hal yang tak kurang pentingnya, JAFF juga berihtiar membuka jalan agar sinema Asia kian dekat dan intim bagi publik Asia sendiri.

JAFF muncul dari momen gempa bumi yang mengguncang Jogja pada 27 Mei 2006 sebagaimana sejumlah festival film akbar yang dicatat sejarah seperti Cannes (1946), Edinburgh (1947) dan Berlin (1950) sebagai bagian dari rekonstruksi urban pasca Perang Dunia II. Karena itulah, semangat solidaritas dan dialog akan terus mewarnai penyelenggaraan JAFF.


Tentang NETPAC

NETPAC adalah singkatan dari The Network for the Promotion of Asian Cinema (Jaringan yang Mempromosikan Sinema Asia), sebuah lembaga internasional nirlaba yang berdiri di Manila pada Desember 1994. NETPAC merupakan satu-satunya organisasi perfilman lintas Asia yang melibatkan kalangan kritikus film, pembuat film, kurator festival, direktur festival, distributor dan eksibitor, serta pengajar film.

Dalam sepuluh tahun terakhir, film dari Asia secara rutin meraih penghargaan di pelbagai festival internasional. Hampir tak ada yang menampik kenyataan akan kekayaan sinema Asia. Sementara para sutradara mapan terus menuai banyak pujian dan sukses komersial, para sutradara pendatang baru yang berbakat masih tetap saja luput dari perhatian. Peran inilah yang diambil oleh NETPAC.

Sejarah NETPAC dimulai dari konferensi di New Delhi pada 1990 bertajuk ”Mempromosikan Sinema Asia” yang diselenggarakan oleh Cinemaya (Majalah Film Asia Caturwulanan) bekerjasama dengan UNESCO untuk membahas kebutuhan mempromosikan film Asia di kalangan masyarakat Asia sendiri dan di seluruh dunia. Guna memfasilitasi interaksi dan pertukaran secara regional dan global, maka dalam konferensi itu diputuskan untuk membentuk sebuah jejaring antar Pusat Sinema Asia yang ada di masing-masing negara Asia yang memiliki keanggotaan internasional.

® Copyright 2007